5 Cara Bagaimana Memilih Kacamata yang Pas untuk Anak Anda

Akhir-akhir ini, jumlah anak-anak yang terpaksa mengenakan kacamata semakin banyak. Bahkan tak jarang kita temui anak kelas satu SD sudah harus menggunakan kacamata. Hal ini tentu sangat disayangkan. Namun, sebagai orang tua, kita hanya bisa mendukung anak-anak dengan cara memberikan kacamata yang tepat dan nyaman dipakai. Oleh sebab itu, penting bagi orang tua untuk mengetahui cara memilih kacamata anak yang paling pas untuk mereka.

Penyebab Gangguan Penglihatan Pada Anak

Kemajuan teknologi yang selama ini memudahkan hidup kita ternyata juga mengakibatkan beberapa efek negatif. Pada kebanyakan kasus, anak-anak mengalami gangguan penglihatan karena teknologi. Terlalu lama bermain smartphone atau tablet, bermain konsol game, dan menonton TV terlalu dekat adalah beberapa hal yang menyebabkan gangguan mata dini pada anak.

Hal ini karena layar smartphone, tablet, TV, dan juga komputer memiliki medan gaya yang sangat buruk bagi kesehatan mata. Akibatnya, jika anak-anak menatap layar tersebut dalam waktu lama secara rutin, penglihatan mereka menjadi terganggu. Gangguan ini berupa pandangan kabur saat melihat objek-objek yang jaraknya jauh. Cacat mata miopi ini dapat dikoreksi dengan kacamata berlensa minus.

Bagaimana mata minus dapat terjadi? Mata minus atau miopi terjadi karena kornea mata memiliki bentuk terlalu melengkung atau karena lensa mata tidak memipih sesuai yang diperlukan. Sehingga, saat melihat benda yang jaraknya jauh, bayangan benda tersebut jatuh di depan retina. Seiring bertambahnya umur, tingkat keparahan dari gangguan penglihatan ini akan semakin meningkat. Menurut studi, perkembangan mata minus dapat terjadi hingga seseorang berumur duapuluhan.

Baca Juga  Cara Menyajikan Menu Makanan Bergizi untuk Anak

Selain paparan layar gadget, mata minus pada anak-anak dapat juga disebabkan oleh faktor keturunan. Seorang anak yang lahir dari orangtua bermata minus akan memiliki risiko yang lebih besar untuk menderita gangguan penglihatan ini. Selain itu, membaca atau belajar dengan pencahayaan yang buruk juga dapat mengakibatkan gangguan penglihatan ini.

Ciri-Ciri Anak yang Membutuhkan Kacamata

Gangguan penglihatan pada anak-anak seringnya terlambat terdeteksi. Hal ini karena mereka tidak tahu cara mengungkapkan gangguan penglihatan yang mereka rasakan. Oleh sebab itu, orangtua harus peka terhadap tingkah laku anak-anak mereka. Beberapa tingkah laku tertentu dapat menunjukkan bahwa anak tersebut menderita gangguan penglihatan. Berikut beberapa diataranya.

Menyipitkan Mata Terlalu Sering

Anak-anak yang mengalami cacat mata miopi biasanya akan terlihat sering menyipitkan kedua mata mereka saat melihat, apalagi melihat benda yang jauh. Hal ini dilakukan untuk mengurangi jumlah cahaya yang masuk ke mata dan mengurangi bayangan kabur yang mereka lihat. Sehingga, pandangan mereka dapat lebih fokus dan jelas saat melihat objek-objek yang jaraknya jauh.

Memiringkan Kepala Saat Melihat

Jika seorang anak memiringkan kepala saat melihat, ini dapat berarti ia menderita gangguan penglihatan. Gangguan yang diderita mungkin berkaitan dengan otot mata. Selain itu, keadaan ini mungkin juga karena anak tersebut memiliki kelopak mata kendur sehingga menghalangi garis mata. Dengan demikian, ia terpaksa memiringkan kepalanya agar kedua mata mereka dapat melihat dengan jelas.

Menutup Sebelah Mata dengan Tangan

Anak yang menutup salah satu mata mereka dengan menggunakan tangan saat membaca biasanya adalah anak yang mengalami gangguan penglihatan. Hal ini mereka lakukan untuk mengurangi pandangan kabur yang mereka lihat. Jika anak-anak melakukan ini, kemungkinan ia menderita rabun jauh.

Baca Juga  3 Gaya Potong Rambut Berikut Ini Bisa Jadi Referensi untuk Puteri Anda

Gangguan Membaca dan Menulis

Kesulitan membaca dan menulis terkadang mengindikasikan bahwa seorang anak mengalami gangguan penglihatan. Hal ini terjadi karena mereka tidak dapat melihat huruf dengan jelas. Untuk anak-anak yang bisa membaca serta menulis, gangguan penglihatan mungkin ditunjukkan dengan kesalahan membaca atau kesalahan menulis. Jika seorang anak terpaksa mendekatkan jarak buku ke matanya saat membaca, kemungkinan ia membutuhkan kacamata minus untuk mengoreksi penglihatannya.

Apabila anda melihat beberapa sikap di atas pada anak anda, sebaiknya anda segera membawanya ke dokter mata. Dengan demikian, gangguan penglihatan mereka dapat segera dikoreksi. Setelah mengetahui jenis kacamata yang dibutuhkan, anda harus memilih kacamata anak yang paling pas untuk anak anda.

Cara Memilih Kacamata Anak yang Tepat

Penggunaan kacamata pada anak-anak bukanlah suatu hal yang dapat selalu dilakukan dengan mudah. Beberapa anak sangat tidak betah mengenakan kacamata. Mereka sering kacamata mereka. Ada beberapa sebab yang menyebabkan anak-anak tidak betah memakainya, misalnya kacamata tidak nyaman dipakai atau lensa kacamata sudah perlu diganti.

Agar anak-anak betah memakai kacamata, orangtua perlu memilih kacamata anak yang paling pas untuk mereka. Berikut beberapa hal yang harus dipertimbangkan dalam memilih kacamata.

1. Frame

Agar anak anda mau memakai kacamata, pilihlah frame dengan warna dan desain yang menarik. Pastikan ia menyukai frame ini. Sehingga, ia akan mau memakainya. Frame kacamata untuk anak-anak biasanya tersedia dalam berbagai warna dan desain yang lucu. Jadi, anda tidak perlu khawatir tidak bisa menemukan desain frame kacamata yang disukai anak anda.

2. Fleksibilitas

Fleksibilitas kacamata sangat mempengarungi kenyamanan penggunanya dalam memilih kacamata. Fleksibilitas yang dimaksud disini adalah bahwa sambungan antara frame depan dan gagang kacamata dapat melengkung tanpa patah. Kacamata yang seperti ini biasanya adalah yang frame dan gagangnya terbuat dari titanium yang fleksibel. Selain itu, pilihlah yang memiliki engsel pegas.

Baca Juga  4 Tips Memilih Pakaian Anak untuk Acara Ulang Tahun

3. Bridge

Bridge adalah bagian frame yang terletak di antara kedua mata. Pada bagian ini biasanya terdapat nosepad. Pastikan nosepad tersebut tidak terlalu sempit. Jika terlalu sempit, biasanya akan membekas pada hidung dan membuat kacamata tidak bisa duduk cukup dekat dengan mata. Namun, jika terlalu longgar, kacamata akan mudah lepas. Jadi anda harus pastikan bahwa bagian ini benar-benar pas.

4. Gagang Kacamata

Agar anak anda merasa nyaman saat memakai kacamata, pilihlah gagang yang dilapisi dengan silikon, terutama pada gagang yang berada di dekat telinga. Sehingga, gagang kacamata ini akan terasa nyaman menggantung di telinga.

5. Keamanan

Keamanan lensa kacamata anak juga harus dipertimbangkan. Demi keamanan, gunakan lensa yang terbuat dari polycarbonate. Ada baiknya jika lensa ini juga dilapisi dengan lapisan antireflektif. Kacamata dengan lensa seperti ini aman dan dapat memberikan pandangan yang lebih jernih.

Untuk menghindari bertambahnya minus kacamata anak, sebaiknya anda harus membatasi pemakaian gadget anak anda. Selain itu, pastikan rumah anda memiliki penerangan yang baik, terutama ketika mereka belajar dan beraktivitas.

Leave a Reply